Tahun 2006 lalu perhelatan ini diadakan di PRJ Kemayoran, bahkan fanfan datang ke PRJ sampai dua kali ketika itu yang kali pertama fanfan datang bersama ami dan yadie.. karena sangat excited kami sampai dilokasi pukul 9 pagi (satu jam sebelum dibuka), daripada menunggu 1 jam di tempat parkir kami melancong ke Masjid Akbar Kemayoran.  Masjidnya bagus.. 8! ato mukin 9 untuk exteriornya.. untuk interiornya… yaa 7 deh, setelah sarapan ketoprak kami mengeksplorasi kompleks masjid sambil menikmati  jus kacang hijau dan susu kedelai dingin dengan campuran jahe yg enak dan wangi diselingi dengan obrolan-obrolan aneh ga penting khas Bujangan.. ;p (smoga segera beralih menjadi obrolan2 aneh ga penting khas Cuami. “Lho?? Ga jauh beda dong!!?”) . Karena jam sudah menunjukan pukul 9:45 dan kami juga telah menyegarkan diri dengan sholat dhuha dan tahyatul masjid, kami kembali meluncur menuju PRJ dengan penuh semangat. Namun malang bukan kepalang,  digerbang area pameran kami ditahan,  kami tak dijinkan memasuki area pameran,  “Harus pake sepatu ya Mas!” ucap seorang bapak berbadan tegap. Ya saat itu yadie dan ami memang memakai sendal,  Hanya fanfan yang saat itu mengenakan sepatu. “Dosho kana..?” bisa saja  fanfan masuk seowang diwi, tapi tentu suasana akan sangat membosankan tanpa diskusi, komentar atau celetukan konyol dari seorang sahabat “masa gw sendiri? Ga seru dong!?”. Jadilah! kami masuk.., ke mobil lagi ;p dan meluncur meninggalkan arena PRJ. Hmmh… seharusnya mereka mebiasakan diri memakai sepatu..u_u.  seperti fanfan yang terbiasa bersepatu. Ya, fanfan memang senantiasa terlihat Stylish, Smooth and Handsome (GuSRAkK!! :D).

Bukan tanpa alasan fanfan senantiasa rapih bersepatu, Alasan pertama tentu saja  karena lebih tampak keyen dan elegant, kaki juga  menjadi lebih nyaman terlindungi dari panas matahari, kotoran, paku/duri, injakan2 kaki ceroboh, dll belum lagi kalau terpakasa harus berlari atau Menendang!!?. Walaupun memakai dan melepas sepatu memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan memakai sendal tapi itu terbayar dengan fasilitas2 tadi. Karena fakta ini, suatu ketika sehabis sholat yadie dan ami menunggu fanfan yang belum selesai mengikat tali sepatunya, yadie pun berseloroh “hu~uh.. cepetaan. lama banget si?! Belagu sie.. pake sepatu segala, emangnya mau liat Pameran??” konyol dan nyebelin kan?!.. :p.

Penampilan luar memang bukan segalanya tapi Kesan pertama Begitu menggoda.. terlebih bagi mereka dengan paham materialist yang menilai orang dengan standard2 kebendaan. Selain itu terdapat filosofi lain tentang identifikasi, fanfan pernah mendengar wejangan disebuah perkumpulan orang-orang tampan, bahwasanya.. diatas kepala kita seperti membawa bendera, beberapa bendera dengan apa kita berafiliasi (Islam, Jawa?, anaknya si anu?, organisasi anu? dll) jadi ketika kita berpenampilan dan bersikap baik, masyarakat yang melihat akan menilai baik juga terhadap hal-hal tersebut dan fanfan tidak sudi bila ada pihak yang menilai rendah Islam. Dua filosofi inilah yang mendorong fanfan untuk senantiasa..

Stylish, Smooth and Handsome ..n_n.

Si Keyen                                                                   Pemakai Sendal, wuee :p